Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Karate Beladiri Terbaik Di Dunia

Pengertian Karate 

Karate adalah salah satu cabang olahraga dari bela diri yang hanya menggunakan tangan kosong tanpa bantuan senjata. Kehebatan dari beladiri ini adalah serangan jarak dekat dengan tangan kosong yang sangat mematikan. 

Gerakan yang mengkoordinasikan antara pukulan, tangkisan dan tendangan serta diolah dengan pernafasan dan meditasi sehingga karate menjadi salah satu beladiri terbaik di dunia. Karate merupakan olahraga bediri yang berasal dari negara jepang. Kata "karate" berarti tangan kosong dan orang yang mempraktekkan karate disebut karateka. 

Sejarah Terciptanya Beladiri Karate

Pada awal terciptanya karate merupakan beladiri yang diadopsi dari china, jadi karate merupakan beladiri dari china yang di kembangkan oleh negara Jepang pada abad ke – 16 M di Pulau Okinawa yang pada saat itu sedang dijajah oleh Jepang. 

Adanya peraturan dari negara jepang yang berbunyi bahwa penduduk Okinawa tidak boleh menyimpang, atau memiliki senjata apapun, karena di khawatirkan penduduk Okinawa akan memberontak. Kemudian secara diam-diam ada penduduk Okinawa mempelajari beladiri tangan kosong dari pedagang cina yang disebut beladiri karate. 

Teknik Dasar Dalam Bela Diri Karate

Teknik dasar dalam beladiri merupakan hal yang sangat penting sekali dalam kualitas beladir, hal ini kenapa ? karena semakin bangus teknik dasar dari beladiri tersebut maka akan semakin hebat beladiri tersebut. berikut ini merupakan teknik-teknik dalam beladiri karate. 

1. Teknik Kuda - Kuda Karate (Dachi) 

Tenik Dachi karate merupakan teknik mengerakan kaki atau yang di sebut kuda-kuda sesuai dengan standart teknik yang dituju. Teknik dachi bisa di bilang teknik paling krusial dalam pembentukan teknik dasar oleh karenanya perlu diajarkan pertama kali saat berlatih karate. 

Dengan penguasaan teknik dachi dengan sempurna maka ketika melakukan teknik pukulan, tendangan atau tangkisan akan lebih sempurna, hal ini karena setiap teknik pergerakan harus diawali dengan gerakan kuda – kuda. Berikut adalah variasi teknik dachi atau kuda-kuda karate yaitu Sachin Dachi, Zenkutshu Dachi, Siko Dachi Chokaku. 

2. Teknik Pukulan (Tsuki Waza) Karate

Teknik pukulan karate merupakan gerakan serangan dengan tangan mengepal atau tangan terbuka sesuai teknik standart yang di tentukan. Teknik pukulan atau serangan dalam beladiri karate ada tiga jenis, yaitu: pukulan (tsuki) dan sentakan (uchi) atau hentakan (ate). 

Berikut merupakan variasi teknik pukulan (Stuki Waza). Setiap gerakan biasanya bersamaan dengan gerakan kuda-kuda, seperti posisi Heiko Dachi, Zenkutsu atau Shikodachi dan  diawali dengan persiapan contohnya Migi Seiken Jodan Tsuki.

a.  Hidari Seiken Chudan Tsuki ( Tangan kiri melakukan gerakan serangan pukulan lurus dengan posisi tangan mengepal ke arah tengah)

b. Migi Seiken Gedan Tsuki ( Tangan kanan melakukan gerakan serangan pukulan lurus dengan posisi tangan mengepal ke arah  bawah)

c. Hidari Mae Hiji Ate (Tangan kiri melukukan gerakan serangan hentakan dengan siku sebagai senjata, serangan ke arah dagu)

d. Migi Shuto Mawashi Uchi (Tangan kanan melakukan gerakan serangan sentakan dengan telapak tangan sebagai senjata, serangan ke arah depan atau leher)

e. Hidari Furi Uchi (Tangan kiri melakukan gerakan serangan sentakan yang diawali tangan posisi kepalan tangan berada di belakang atau punggu, setalah itu tangan dilempar dengan senjata punggung tangan, serangan kearah atas atau kepala) 

f.  Migi Seiken Yoko Tsuki ( Tangan kanan melakukan gerakan serangan pukulan tangana mengepal dengan awalan badan diputar, serangan ke aras sammping badan) 

g. Hidari Uraken Yoko Uchi ( Tangan kiri melakukan gerakan serangan sentakan tangan mengepal dengan senjata punggung tangan, serangan kearah samping, serangan ini di tujukan tarjet yang berada di samping)

h. Migi Shuto Yoko Uchi ( Tangan kanan melakukan gerakan gerakan sentakan dengan tangan terbukan dengan senjatan telapak tangan, serangan kearah samping atau depan ) 

3. Teknik Tangkisan Karate (Uke Waza)

Teknik tangkisan karate merupakan teknik gerakan menangkis atau menghalau serangan lawan. Berikut merupakan variasi teknik Tangkisan (Uke Waza). Setiap gerakan biasanya bersamaan dengan gerakan kuda-kuda, seperti posisi Heiko Dachi, Zenkutsu atau Shikodachi dan  diawali dengan persiapan contohnya Migi Seiken Jodan Uke.

a.    Migi Jodan Uke ( Tangan kanan melakukan gerakan menangkis ke arah atas)

b.    Hidari Chudan Uke ( Tangan kiri melakukan gerakan menangkis ke arah tengah)

c.     Migi Gedan Barai ( Tangan kanan melakukan gerakan menangkis ke arah bawah )

d.    Migi Chudan Uke - hidari Gedan Barai ( Tangan kanan melukan gerakan tangkisan kearah tenga dan Tangan kirimi lakukan tangkisan arah bawah, kedua tangan dilakukan bersama seirama )

e.   Hidari Jodan Uke- migi Gedan Barai ( Tangan kiri melakukan gerakan tangkisan arah atas dan     tangan kiri melakukan tangkisan kearah bawah )

f.   Hidari Uchi Uke ( Tangan kiri melakukan tangkisan sentakan dengan gerakan tangan di alun kedepan setelah itu di tarik ke dalam)

g.    Migi Kake Uke ( Tangan kanan melakukan tangkisan ke arah tengan dengan posisi tangan terbuka)

h.  Hidari Mawashi Uke ( Tangan kiri berada atas tangan kanan berada di tengah melukukan kegerakan tangan memutar secara bersamaan, selanjutnya itu telapak tangan di tarik ke samping dada, selanjutnya telapak tangan di dorong depan dengan  posisi tangan kiri ke arah tengah dan tangan kanan ke arah  bawah )

4. Teknik Tendangan Karate (Gery Waza)


Teknik tendangan karate merupakan gerakan melakukan tendanngan ke arah atas, bawah, sambing dan lainnnya sesuai sasaran yang dituju. Berikut merupakan variasi teknik tendangan karate (Gery Waza). 

a.  Migi Gedan Gery ( Kaki kanan melakukan gerakan tendangan menggunakan senjata punggung ke arah bawah atau kemaluan) 

b.  Hidari Mae Gery ( Kaki kiri melakukan gerakan tendangan menggunakan senjata concong kaki ke arah tengah atau ulu hati ) 

c.   Migi Mawashi Gery  ( Kaki kanan melakukan tendangan menggunakan senjata pungung kaki ke arah kepala atau punggung) 

d. Hidari Kansetsu Geri ( Kaki kiri melakukan tendangan dengan menggunkan pisau kaki ke arah samping )

e.    Migi Sokuto Geri ( Kaki kanan melakukan tendangan dengan menggunakan pisau kaki ke arah dada atau leher ) 

f.    Hidari Ura Mawashi Geri ( Kaki kiri melakukan tendangan dengan menggunakan punggung kaki ke arah dada atau tengah ) 

g.  Migi Ashi Soko Barai (kaki kanan melakukan tendangan samping tengah dengan mengunakan tumit ke arah sambing tengah ) 

h.  Hidari Ushiro Geri (Kaki kiri melakukan tendangan memutar dengan menggunakan tumit kaki ke arah kepala atau perut ) 

i.    Migi Hiza Gashira Ate ( Kaki kanan melakukan tendangan dengan menggunakan lutut kaki ke arah perut tau lebih tepatnya uluh hati) 

Dalam melatih kihon atau teknik dasar karate harus dilakukan secara berulang terus menerus misalkan di lakukan 5 set dengan 10 repitisi dan untuk lebih menyempunakannya perlu melalukan kombinasi antara  kuda-kuda (dachi), pulukan (stuki), tangkisa (uke) dan tendangan(Gery). kesempurnaan teknik dasar atau kihon maka di dukung dengan meningkatkan Kontrol, keseimbangan, kekuatan, kecepatan. 

Kata atau Jurus Karate 

Setelah kita mempelajari teknik dasar karate (kihon) hal selanjutnya yang perlu dipelajari adalah jurus atau yang dalam karate di sebut kata, secara harfiah kata berarti pola gerak atau hamonisasi dari teknik dasar. 

Kata merupakan rangkaian gerakan dasar yang di aplikasikan dalam pertarungan, baik itu menyerang atau menangkis atau menendang. rangkaikan gerakan dasar itu diharmoniskan sehingga membentuk gerakan dengan seni pertarungan yang indah. 

Di setiap jurus kareta atau kata memiliki makna atau falsafah yang mendalam di dalamnya dan setiap kata memiliki pengampikasian gerakan yang di sebut bungkai. 

Setiap aliran dalam beladiri karate menimiliki ciri khas dan nama kata yang berbeda, di dunia ini ada 4 aliran besar yang diakui oleh JKF dan WKF yaitu Shotoka, Waso-ryu, Goju-ryu dan Shito-ryu sehingga aliran perguruan lain selain empat perguruan tersebut boleh mengikuti pertandingkan tapi memainkan kata dari empat perguruan besar tersebut . 

Berikut adalah contoh nama kata dalam beladiri karate yang boleh di pertandingkan. 

  • Aliran Shotokan : Kankudai, Genkaku, Unsu
  • Aliran Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu : Saifa, Seipai, Kururunfa, Superimpai
  • Shito-ryu: Seienchin, Chatanyara Kusanku

Kumite atau Pertarungan 

Pada umumnya tujuan kita mempelajari olahraga beladiri adalah agar kita bisa mampu bertarung dan mempertahankan diri apabila dalam bahaya. didalam beladiri karate ilmu pertarungan itu disebut dengan kumite. 

Secara harfiah makna kumite adalah sparing atau berlatih pertarungan. biasanya kumite diajarkan kepada karateka senior, biasanya diajarkan kepada karate yang sudah menyandang sabuk hijau keadatas. akan tetapi dengan adanya kebutuhan pertandingan bagi karateka berprestasi khususnya pelajar teknik kumite diajarkan sejak pemula atau bahka tingkat sabuk terendah yaitu kyu sepeluh atau sabuk  putih. Berikut ini merupakan teknik kumite yang diajarkan dalam beladiri karate. 

1. Gohon Kumite (kumite lima langkah) 

Gohon kumite merupakan latihan sparing dengan melakukan gerakan berpasangan maju lima langkah, misalnya satu orang memukul yang satu pasangannya menangkis, gerakan dilakukan berulang selama lima langkah. tujuan utama latihan kumite ini adalah untuk melatih kesiapan fisik, melatih kesiapan mental, dan kesiapan pikiran. 

2. Ippon Kumite (kumite satu langkah)

Ippon kumite merupakan latihan dasar kumite dengan melakukan gerakan satu langkah kedepan dan dilakukan secara berulang-ulang, latihan ini bisa dilakukan berpasangan dan bisa di lakukan sendiri, tujuan utama latihan ippon kumite adalah untuk melatih pertahanan diri atau kemampuan menghidari atau mengkonter lawan. 

3. Jiyu Ippon ( kumite satu langkah) 

Jiyu ippon merupakan latihan dasar kumite satu langkah yang dilakukan secara berpasangan yang satu menyerang dan yang satu menangkis. tujuan utama latihan ini adalah untuk menyempurnakan teknik serangan mau tangkisan. 

4. Jiyu Kumite ( pertarungan bebas) 

Jiyu kumite merupakan latihan kumite bebas yang di lakukan secara berpasangan untuk melatih teknik dan mental pada saat pertadingan. dalam aplikasinya jiyu kumite dilakukan secara keras dan cepat. 

5. Randori (Sparing gaya bebas tapi lambat)

Randori merupakan latihan kumite yang dilakukan secara bebas dengan gerakan yang lambat, tujuan utama latihan ini adalah untuk melatih kematangan bentuk teknik. 

Tingkatan Sabuk Karate

Tingkatan sabuk dalam beladiri karate merupakan sarana yang bertujuan untuk menunjukan tingkatan materi yang dipelajari oleh seorang karateka. Urutan sabuk dalam beladiri karate dimulai dari kyu 10 atau sabuk putih sampai kyu 1 yaitu coklat, dan diakhiri dari DAN 1 yaitu sabuk hitam pertama sampai sabuk hitam terakhir yaitu DAN 10. berikut ini ulansan lengkap mengenai tingkatan sabuk dalam olahrga beladiri karate. 

1.Sabuk Putih 

Sabuk putih merupakan sabuk pertama yang di kenakan karateka pada saat pertama kali latihan dan menyadang sabuk dengan tingkatan kyu 10. Sabuk warna putih dalam beladiri karate melambangkan kesucian atau belum diwarnai, artinya karate yang menyadang sabuk putih baru akan belajar beladiri karate. 

2. Sabuk Kuning Muda

Sabuk kuning muda merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-dua dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 9. Pada saat tingkatan sabuk kuning muda karateka akan mempelajari kihon atau teknik dasar karate dan prisip dasar beladiri karate. 

3. Sabuk Kuning Tua 

Sabuk kuning tua merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-tiga dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 8. Pada saat tingkatan sabuk kuning tua karateka masih mempelajari teknik dasar karate dan prisip dasar beladiri karate.

4. Sabuk Hijau Muda

Sabuk hijau muda merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-empat dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 7. Pada saat tingkatan sabuk hijau muda karateka mulai menyempurnakan teknik dasar karate yang iya pelajari. 

5. Sabuk Hijau Tua 

Sabuk hijau tua merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-lima dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 6. Pada saat sabuk hijau tua karateka akan mempelajari kihon kumite, kihon kata dan kata dasar. 

6. Sabuk Biru Muda

Sabuk biru muda merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-enam dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 5. Pada saat sabuk biru muda karateka sudah mulai mempelajari teknik kata dasar dan kumite. 

7. Sabuk Biru Tua

Sabuk biru tua merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-tujuh dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 4. pada saat sabuk biru tua karateka akan menunjukkan kemampuan mengontrol teknik dan emosi yang lebih baik.

8. Sabuk Coklat Strip Satu

Sabuk coklat strip dua merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-delapan dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 3. Pada saat sabuk coklat strip satu karateka sudah mempelajari kumite dan kata lanjutan, dan segian besar sudah  berprestasi dengan mengikuti pertandingan antar daerah, provinso, atau nasional.

9. Sabuk Coklat Strip Dua 

Sabuk coklat strip dua merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-sempilan dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 2. Pada saat sabuk coklat strip dua karate sudah mulai mampu menghayati kata pertantangan, kumite pertandingan. 

10. Sabuk Coklat Strip Tiga

Sabuk coklat strip tiga merupakan tingkatan sabuk karate yang ke-sepuluh dalam beladiri karate menyandang tingkatan kyu 1. Pada saat kyu 1 karateka sudah mulai berlati melatih dengan menjadi asisten pelatih dengan begitu kemampuan dengan begitu akan lebih memantang diri menjadi soerang karateka. 

11. Sabuk Hitam (DAN)

Sabuk hitam dalam beladiri karate disebut DAN yang merupakan tingkatan tertinggi sabuk dalam beladiri karate. Tingkatan sabuk DAN 1 sampai DAN 3 disebut senpe, Tingkatan DAN 4 disebut Sense, tingkatan DAN 5 sampai DAN 10 disebut Shihan. Seorang karateka yang menyangdang tingkatan DAN Sudah menguasai semua kurikulum teknik dasar karate dan mengusai sebagian kata yang dipertandingankan. dalam tahapan ini seorang karateka sudah matang secara teknik maupun mental. 

Aliran Dalam Karate

Beladiri karate merupakan salah beladiri terbaik didunia. Dalam penciptaan dan perkembangannya mengalami penyesuaian sesuai dengan ketubuhan dan letak geografis dari daerah terciptanya beladiri tersebut sehingga karate terdiri dari beberapa aliran dan memiliki ciri khas masing-masing. Setiap aliran karate memiliki  kata, gerakan, filsafah sendiri sesuai aliran dari beladiri tersebut. Berikut merupakan empat aliran karate terbesar di dunia yang diakui oleh JKF dan WKF. 

 1. Goju-Ryu 

Goju-Ryu merupakan aliran peruguruan karate tradisional yang tercipta di Okinawa dan didirikan oleh Chojun Miyagi.  Goju-ryu merupakan aliran karate yang didasarkan pada prinsip-prinsip keras dan lembut, yang menjadi ciri khas dari aliran Goju-Ryu adalah gerakan kata atau jurus yang mengharmosasikan gerakan lembut, keras dan dipadukan dengan pernafasan sehingga menjadi beladiri dengan pertahanan yang sangat kuat. Beladiri karate Goju-Ryu sangat efektif dipakai untuk pertarungan jarak dekat. 

2. Shotokan-Ryu 

Shotokan-Ryu merupakan aliran peruguruan karate tradisional yang tercipta di gedung Shoto di Okinawa Jepang, nama Alisan Shotokan sendiri terinspirasi dari nama gudung Shoto di Okinawa dan didirikan oleh Gichin Funakoshi. Aliran Shotokan merupakan perpaduan dan penyempurnaan dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. yang menjadi ciri khas dari karate Shotokan-Ryu adalah gerakan yang mematikan yaitu satu gerakan yang dapat melumpuhkan lawan atau yang kenal dengan konsep  Ikken Hissatsu. 

 3. Shito-Ryu 

Shito-Ryu merupakan aliran yang diciptakan oleh Kenwa Wabuni yang merupakan keturunan ke-17 dari prajurit terkenal Oni Ufugusuku Kenyu. Ciri khas dari Shito-Ryu adalah lebih menekankan kata. yang memiliki kata sebanyak 40 kata berserta bunkainya. Kenwa Wabuni mempelajari dan memadukan dua aliran besar yaitu Goju-Ryu dan Shotokan Ryu, sehingga kata yang di hasilkan merupakan perpaduan dari dua aliran besar tersebut. Seorang Shito-Ryu juga dapat bertarung mematikan seperti Shotokan-Ryu atau dapat bertarung dengan jarak dekat seperti Goju-Ryu. 

4. Wado-Ryu

Wadu-Ryu merupakan aliran peruguruan karate tradisional yang tercipta di Jepang dan didirikan oleh Hironori Otsuka. Nama Wado artinya jalan harmoni, yang menjadi ciri khas dari aliran Wado-Ryu adalah memiliki teknik kuncian persendian, lemparan dan bantingan


Post a Comment for "Mengenal Karate Beladiri Terbaik Di Dunia"