Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kesehatan Mental Remaja Dan Kesehatan Mental Masyarakat Di Masa Pandemi

 

Hello Sahabat Pustaka Education,

Pada kesempatan yang baik ini, Pustaka Education akan artikel berbagi tentang Kesehatan Mental Remaja dan Kesehatan Mental Masyarakat di Masa Pandemi. 

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus di penuhi bagi semua manusia, tanpa adanya kesehatan yang baik manusia tidak dapat melakukan kegiatan secara normal dan sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari. 

Kesehatan adalah masa dimana kondisi fisik, mental berada pada keadaan yang baik dan normal. Menurut WHO kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental Kesehatan mental maupun sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. 

Undang-undang kesehatan No. 23 tahun 1992 memberikan batasan: kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan menurut Notoadmodjo (2012) kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.  

Kesehatatan Mental


Kesehatan mental adalah kondisi dimana seseorang berada pada keadaan tenang atau tidak, apabilah kodisi seseoarang tersebut dalam keadaan tenang atau tentram dapat di katakan bahwa kondisi kesehatan mental seseorang tersebut baik, sebaliknya apabila kondisi seseorang itu dalam keadaan gelisah dan tidak tentram maka dapat dikatakan kondisi kesehatan mental seseorang tersebut dalam keadaan buruk.

Menurut Kementrian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pembedayaan Masyarakat “Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar”.

Kesehatan mental seseorang bisa membaik dan memburuk dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Peristiwa kehidupan yang buruk maka akan berdampak besar pada memburuknya kesehatan mental seseorang. 

Sebagai contohnya seseorang yang mengalami pelecehan seksual, mengalami tekan dalam hidup yang besar, dan kekerasan dalam rumah tangga mereka cenderung akan mengalami kesehatan mental terganggu, apabila kesehatan mental itu terganggu maka akan timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Kesehatan Mental Masyarakat di Masa Pandemi


Virus SARS-CoV-2 atau COVID-19 pertama kali terdeteksi di China pada akhir 2019 dan pada Juni 2021, telah menyebar ke seluruh dunia. Akibat adanya Virus SARS-CoV-2 atau COVID-19 terjadinya pandemi COVID-19 menyebabkan lebih dari 250 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih 4,1 juta kematian.

Pandemi Covid-19 merupakan penyebab baru timbulnya gangguan mental atau penyakit mental di masyarakat. Bahaya penularan Virus SARS-CoV-2 atau COVID-19 bagi kesehatan masyarakat berdampak pada kebijakan pemerintah tentang peraturan pencegahan penularan Virus SARS-CoV-2 atau COVID-19 yang berupa himbauan untuk melakukan protokol kesehatan dimasa pandemi. 

Kekhawatira atau kecemasan yang di sebabkan oleh pandemi COVID-19 mengenai kesehatan diri sendiri dan orang-orang terdekat menyebabkan terjadinya Perburukan kondisi kesehatan mental yang menjadikan seseorang sulit tidur dan konsentrasi, Perubahan pola tidur dan pola makan sehingga berdampak pada penyakit yang kronis.

Keadaan yang tidak pasti kapan akan berakhirnya masa padami, kebijakan social distancing, kebijakan isolasi mandiri ketika terpapar COVID-19, dan perlakuan diskriminasi terhadap penderita COVID-19 Berdampak pada kesulitan ekonomi masyarakat dan gangguan kesehatan mental. hal-hal baik yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan pola hidup sehat dengan melakukan olahraga dan memperbaiki gizi

2. mematuhi anjuran pemerintah untuk melakukan kegiatan sesuai protokol kesehatan.

3. tidak panik dan berfikir positif bahwa pademi ini akan berlalu.

Kesehatan Mental Remaja Di Masa Pandemi

Kebijakan pemerintah mengenaikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan pembelajaran daring atau pembelajaran sekolah tanpa tatap muka, menyebabkan remaja di sekolah kehilangan momen berharga di kehidupannya yaitu keseharian mereka ketika sekolah keadaan tanpa pandemi seperti belajar bertatap muka secara langsung, mengobrol dengan teman di kelas dan aktifitas menyenangkan lainnya yang dapat di lakukan dalam kelas. 

Dengan adanya Situasi baru yang kurang menyenangkan ini membuat siswa di kelas atau remaja merasa kecewa, cemas dengan perasaan terisolasi yang membebani, terhadap perubahan hidup akibat wabah yang secara cepat. Perubahan kebiasaan akibat pandemi COVID-19 menyebabkan kesehatan mental remaja terganggu. Berikut merupakan gejala-gejala yang bisa dilihat ketika remaja mengalami gangguan mental :

1. Tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan positif

2. Nafsu makannya berkurang

3. Mengalami susah tidur

4. Melalu merasa cemas dengan keadaan yang terjadi.

Tindakan mencegah terjadinya gangguan kesehatn mental remaja



Tidakan baik yang bisa kita dilakukan untuk mencegah dan mengobati terjadinya gangguan kesehatan mental pada remaja adalah

1. Memberikan pengertian untuk berfikir positif bahwa pandemi akan berakhir

2. Memberi arahan untuk bersikap tenang bersabar

3. Memberikan pemahaman untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan

4. Makan makanan yang bergizi dan berolah raga.

Demikian artikel  kami mengenai Kesehatan Mental Remaja dan Kesehatan Mental Masyarakat di Masa Pandemi. 

DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo,  Soekidjo.2012.Pendidikan dan  perilaku  kesehatan.  Jakarta: Rineka Cipta

Undang-undang kesehatan No. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan

WHO (World Health Organization) tentang kesehatan  

https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental#

Post a Comment for "Kesehatan Mental Remaja Dan Kesehatan Mental Masyarakat Di Masa Pandemi"