Contoh Undangan Yasin dan Tahlil
Pada zaman dahulu kala ketika agama Islam baru masuk dan belum berkembang di tanah nusantara indonesia.
Kebiasaan masyarakat ketika ada orang yang meninggal dunia, mereka berkumpul dirumah orang yang meninggal untuk melakukan kegiatan pesta pora yaitu melakukan kegiatan makan-makan besar, mabuk-mabukan, dan berjudi.
hal ini dilakukan karena menurut kepercayaan nenek moyang daluhu kematian bukanlah sebuah kesedihan akan tetapi sebuah kebahagiaan.
Sehingga dengan adanya kematian tersebut sebagai wujud rasa syukur mereka merayakan, hal tersebut dikarenakan orang yang meninggal duania dianggap telah menembuh kesempurnaan dan akan menempuh hidup baru di alam baru.
Tentunya budaya yang seperti ini tidak sesuai dengan tuntunan agama islam dan melanggar perintah allah, oleh karena itu para pendakwah islam pada zaman dahulu dalam hal walisongo ingin merubah dan menghilangkan budaya buruk.
Agar dakwah bisa diterima dengan baik dan menghindari kekerasan ataupun penolakan, para walisongon berdakwah dengan cara yang halus.
Cara tersebut yaitu tetap menjunjung budaya sudah ada dan sedikit demi sedikit merubah budaya yang buruk, sepertinya kebiasaan masyarkat yang biasa berkempul pada saat ada orang yang meninggal mereka makan-makan, mabuk-mabukan dan berjudi.
Oleh walisongo kegiatan tersebut dirubah untuk kumpul-kumpulnya dan makan-makanya masih ada, akan tetapi untuk budaya mabuk-mabukan dan berjudinya di hilangkan dan diganti dengan kegiatan membaca kitab Al-Qur'an dalam hal ini membaca surat yasin dan bacaan tahlil.
Saat ini kegiatan tersebut dikenal dan disebut masyarat sebagai kegiatan yasisan atau tahlilan.
Kegitan yasinan atau tahlilan biasanya dilakukan pada hari pertama orang yang meninggal berturut-turut hingga hari ketujuh.
Selanjutnya dilakukan pada hari ke 40, hari ke 100 setelah itu ke 350 yang biasanya disebut mendak pertama, mendak kedua dalam ini hari ke 700, hingga mendak ketiga dalam hal ini hari ke 1000.
Pada perkembangannya kegiatan yasinan atau tahlilan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia.
Selain itu kegiatan yasinan atau tahlilan digunakan untuk penyambung tali silaturahmi diantara kerabat tetangga saudara dan masyarakat sekitar, dan kegiatan tersebut merupakan sarana untuk beramal sholeh atau bersedekah.
Selanjutnya mempunyai fungsi sebagai pengingat bahwa kita pun akan mengalami yang namanya kematian dan beribadah bersama dengan membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Untuk mengadakan kegiatan yasinan atau tahlilan dibutuhkan contoh undangan yasin dan tahlil yang benar.
Berikut ini adalah contoh surat udangan yasin dan tahlil, yang bisa temen-temen jadikan referensi dalam pembuatan surat undangan yasin dan tahlil.

Aqiqah adalah kegiatan yang dilakukan oleh umat muslim untuk menyembelih hewan untuk di bagikan kepada sesama saudara sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah SAW.
Karena kelahiran anak baik laki-laki maupun perempuan dengan tujuan tentunya hanya mengharap ridho Allah SAW.
Menyembelih hewan aqiqah hukumnya sunah yang lebih untuk dilakukan, jumlah kambing yang disembelih untuk anak perempuan di anjurkan satu kambing.
Sedangkan untuk anak laki-laki dianjur menyembelih 2 kambing, akan tetapi bilamana tidak mampu dengan menyembelih satu kambing hukumnya sah.

Post a Comment for "Contoh Undangan Yasin dan Tahlil"